Senin, 18 Oktober 2021

Fakta dan Opini

(Ria Fidatul Mas Ulah B75219074)


A.  Pendahuluan

Dalam memilih sebuah informasi atau tulisan, tentu kita harus memilah terlebih dahulu apakah dalam kalimat tersebut mengandung unsur kebenaran atau hanya sekedar pendapat perorangan. Hal ini tidak digunakan dalam dunia media sosial saja, dalam media nyata juga dibutuhkan, seperti tersedianya surat kabar, selain mudah didapat, didalamnya juga terdapat berita-berita aktual, dan banyak memuat berita fakta dan opini. Oleh karena itu, penjelasan daripada fakta dan opini akan dijelaskan pada bagian pembahasan, dan ditujukan agar masyarakat memahami bagaimana pengertian, perbedaan, dan contoh kalimat fakta dan opini yang sebenarnya.

B.  Pembahasan

1.    Pengertian Fakta dan Opini

a.    Fakta

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta adalah suatu hal atau peristiwa yang benar-benar ada dan terjadi.[1] Menurut (Hassanuddin, 2003), fakta adalah keadaan atau peristiwa yang benar adanya dan harus diterima sebagai kenyataan, karena keadaan atau peristiwa tersebut memang benar-benar dijumpai dalam kehidupan nyata.[2] Adapun menurut (Suryanto, 2007), pengertian daripada fakta adalah peristiwa atau keadaan yang merupakan kenyataan.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan, bahwa fakta adalah suatu hal, peristiwa atau keadaan yang nyata, dan benar adanya. Sesuatu dapat dinyatakan fakta apabila peristiwa atau kejadian tersebut dapat dibuktikan kebenerannya dan memiliki sumber yang jelas. Oleh karena itu, banyak dari orang-orang yang memercayai fakta sebagai kebenaran sumber atau suatu hal yang sebenarnya, karena fakta adalah suatu hasil yang memiliki nilai kebenaran dan dapat diverifikasikan secara empiris.

b.    Opini

Opini adalah suatu pernyataan yang subjektif dan berasal dari interpretasi fakta yang telah didapatkan. Kata opini sendiri berasal dari bahasa asing Opinion yang memiliki arti jawaban atau tanggapan terbuka terhadap suatu permasalahan yang ada. Menurut (Cutlip dan Center dalam Olii dan Erlita, 2011: 39), opini adalah pernyataan mengenai sikap dalam suatu permasalahan tertentu yang bersifat kontroversial (menimbulkan suatu perbedaan), hal ini dikarenakan pendapat atau penilaian seseorang tentunya juga berbeda dengan pendapat dan penilaian orang lain.[3]

Adapun menurut (Dalman, 2013), opini adalah pandangan atau pendapat mengenai suatu peristiwa yang tengah terjadi dalam kehidupan masyarakat.[4] Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan, bahwa opini adalah suatu pernyataan, pendapat atau pandangan yang berasal dari perilaku seseorang akibat permasalahan yang telah terjadi. Opini dapat dinyatakan secara aktif dan pasif, baik dalam bentuk verbal seperti mengungkapkan dengan kata-kata dan dapat dinyatakan dalam bahasa tubuh atau simbol-simbol tertentu.

2.    Perbedaan Fakta dan Opini

Fakta dan opini dalam sebuah kalimat dapat dibedakan sesuai dengan ciri-ciri yang telah ada sebelumnya. Adapun ciri-ciri dari fakta adalah seperti yang ada pada berikut ini:

a.    Informasi yang ada dapat dibuktikan kebenarannya.

b.    Data yang ada sangat akurat (seperti terdapat waktu, tempat, dan tanggal kejadian).

c.    Berisi data-data yang bersifat kuantitatif (angka) dan kualitatif (pernyataan).

d.   Bersifat objektif.

e.    Menunjukkan suatu peristiwa yang terjadi.

f.     Terdapat narasumber yang terpercaya.

g.    Biasanya dapat menjawab rumusan pertanyaan 5W+1H.

h.    Penalaran fakta menggunakan pendekatan induktif.

Tidak hanya fakta, opini juga memiliki ciri-ciri pada umumnya. Adapun ciri-ciri dari opini adalah seperti yang ada pada berikut ini:

a.    Informasi yang ada tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

b.    Tidak memiliki data yang akurat.

c.    Berisi pendapat tentang suatu peristiwa yang terjadi.

d.   Bersifat subjektif.

e.    Memberikan pendapat mengenai peristiwa yang belum pasti terjadi.

f.     Tidak terdapat narasumber.

g. Biasanya di awali dengan kata seperti “Menurut saya”, “Sepertinya”, “Seharusnya”, “Seandainya”, dan lain-lain.

h.    Penalaran opini menggunakan pendekatan deduktif.

3.    Contoh Kalimat Fakta dan Opini

a.    Kalimat Fakta

Negara Kesatuan Republik Indonesia berhasil merdeka pada tanggal 17 Agustus Tahun 1945 atas penjajahan Belanda dan Jepang.

Matahari terbit di sebelah timur pada pagi hari, dan terbenam di sebelah barat pada sore hari.

Penulis novel Laskar Pelangi adalah Andrea Hirata

b.    Kalimat Opini

Seharusnya pembelajaran harus selalu diarahkan, agar dapat menciptakan sikap dan pola hidup anak didik dalam beradaptasi dengan kehidupan bermasyarakat secara luas.

Sepertinya, nanti sore akan turun hujan disertai angin kencang.

Menurut saya, Dee Lestari adalah penulis novel terbaik di Indonesia.

C.  Penutup

Fakta adalah suatu hal, peristiwa atau keadaan yang nyata, dan benar adanya. Sedangkan, opini adalah suatu pernyataan, pendapat atau pandangan yang berasal dari perilaku seseorang akibat permasalahan yang telah terjadi. Untuk membedakan sebuah fakta dan opini, hal utama yang harus dilakukan adalah memahami telebih dahulu ciri-ciri fakta dan opini. Dengan ini ditujukan agar kita dapat mengetahui bagaimana kalimat yang mengandung fakta dan kalimat yang mengandung opini. Adapun ciri-ciri fakta adalah dapat dibuktikan kebenarannya, data akurat, bersifat objektif. Sedangkan opini, tidak dapat dibuktikan kebenarannya, data tidak akurat, bersifat subjektif, dan lain sebagainya.

 

Daftar Pustaka

KBBI

Risda. 2019. “Kemampuan Menentukan Fakta dan Opini Pada Teks Berita Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Sigi Biromaru”. Jurnal Bahasa dan Sastra. Vol. 4, No. 2. Hal: 63.

Sartika, Rina, Emidar, Ermawati Arief. 2013.“Kemampuan Membedakan Kalimat Fakta dan Opini Melalui Kegiatan Membaca Intensif Siswa Kelas X SMA-SMAK Padang”. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol. 1, No. 1. Hal: 203.

Sibua, Sulami, Fariana Iskandar. 2016. “Kemampuan Mengidentifikasi Fakta dan Opini dalam Teks Surat Kabar Melalui Kegiatan Membaca Intensif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Ternate”. Jurnal Pendidikan. Vol. 14, No. 1. Hal: 356.



[1] KBBI

[2] Rina Sartika, Emidar, Ermawati Arief, “Kemampuan Membedakan Kalimat Fakta dan Opini Melalui Kegiatan Membaca Intensif Siswa Kelas X SMA-SMAK Padang”, Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol. 1, No. 1, (2013):  203.

[3] Risda, “Kemampuan Menentukan Fakta dan Opini Pada Teks Berita Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Sigi Biromaru”, Jurnal Bahasa dan Sastra, Vol. 4, No. 2, (2019): 63.

[4] Sulami Sibua, Fariana Iskandar, “Kemampuan Mengidentifikasi Fakta dan Opini dalam Teks Surat Kabar Melalui Kegiatan Membaca Intensif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Ternate”, Jurnal Pendidikan, Vol. 14, No. 1 (2016): 356.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar