Selasa, 21 Desember 2021

Media dalam Perspektif Ekonomi dan Politik

(Ria Fidatul Mas Ulah B75219074)

 

A.  Pendahuluan

Media merupakan alat atau sarana yang tak akan lepas dalam kehidupan manusia, kelebihan media disamping mampu menyiarkan informasi baik dalam bentuk audio visual secara langsung dan tidak, juga dapat menciptakan suatu perkembangan maupun kemajuan dalam bidang ekonomi dan politik. Isi yang ada dalam media sendiri menggunakan bahasa dan simbol, dengan hal ini media dapat dimanfaatkan oleh ekonomi dan politik dalam menyebarluaskan produk dan melakukan kegiatan distribusi serta kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan baik dilakukan dan diaplikasikan ke dalam bentuk pamflet, iklan dan lainnya.

Dalam hal ini, perkembangan teknologi yang dapat dilakukan dengan mengandalkan media dapat digunakan serta dimanfaatkan, karena adanya kemudahan dalam mengakses media seperti media massa yang tersedia dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun penjelasan media dalam perspektif ekonomi dan politik dapat dijelaskan pada subbab pembahasan yang ada dibawah ini.

B.  Pembahasan

1. Media

Media secara etimologis merupakan bentuk jamak dari medium, yang berasal dari bahasa latin medius dan memiliki arti tengah. Dalam bahasa arab, media memiliki arti perantara suatu informasi yang dilakukan oleh pengirim informasi kepada penerima informasi.[1] Sedangkan menurut National Education Association (NEA) media merupakan suatu sistem dari komunikasi berupa audiovisual dan tercetak, yang dapat dilihat, didengar, serta dibaca.

Adapun menurut Blake dan Horalsen, pengertian media memiliki arti sebagai saluran komunikasi yang memiliki kegunaan untuk menyampaikan suatu pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan. Menurut Arsyad, pengertian media memiliki arti suatu alat yang digunakan untuk mengirimkan sebuah pesan, yang terdiri dari televisi, komputer, buku, dan lain-lain. Dari pengertian yang sudah ada dapat disimpulkan, jika media merupakan suatu bentuk atau alat perantara yang digunakan untuk menyampaikan suatu informasi dari pengirim kepada penerima pesan.[2]

Media menjadi salah satu saluran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sebagai wadah informasi, media pengantar suatu pesan antara unsur sosial juga digunakan sebagai alat pendudukan dan pemaksaan konsensus oleh kelompok baik secara ekonomi maupun politik. Oleh karena itu, media terutama media massa banyak digunakan oleh para petinggi sebagai suatu alternatif atau jalan untuk membangun negara agar lebih maju dan berkembang.

2. Media dalam Perspektif Ekonomi dan Politik

Seperti yang sudah diketahui, bahwa teknologi seiring berkembangnya zaman pasti akan memiliki perubahan, seperti salah satunya adanya media baru, media massa. Fungsi daripada media massa sangat beragam, salah satunya adalah untuk memajukan dan mengembangkan suatu negara, hal lainnya yaitu untuk memajukan roda perekonomian dan politik. Menurut Downing (1990) kajian ekonomi politik media adalah ilmu yang digunakan untuk menganalisis atau sebagai alat untuk mengukur pada aspek dalam bidang ekonomi dan politik media.

Pada umumnya,  media, ekonomi, dan politik memang menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Media sebagai alat atau saluran berinteraksi, ekonomi sebagai kegiatan untuk produksi, distribusi, hingga memperoleh keuntungan, sedangkan politik menyangkut dalam ideologi-ideologi kehidupan sosial dan lainnya. Oleh karena itu, tiga unsur ini harus diperhatikan, terutama pandangan media dalam aspek atau bidang ekonomi dan politik.

Media dalam perspektif ekonomi sendiri digunakan sebagai perangkat ideologis, dimana media dianggap sebagai konsumen. Tidak hanya itu, media juga digunakan oleh pemegang kekuasaan atau para petinggi sebagai pengaturan-pengaturan dalam suatu pemasaran, digunakan sebagai bentuk suatu bisnis yang dengan tujuan akhirnya agar tercapainya suatu profit atau keuntungan. Contoh media dalam bidang ekonomi ini dalam memasarkan suatu produk melalui media massa yaitu memasarkan melalui iklan, katalog dan lain-lainnya.

Menurut Sudibyo (2004), media sendiri tidak digunakan untuk kepentingan-kepentingan sosial maupun politik, tetapi juga menjalankan fungsi ideologis. Oleh karena itu, media tidak hanya dibutuhkan dalam pendekatan-pendekatan ekonomi melainkan juga pada pendekatan politik.[3] Media dalam perspektif politik sendiri digunakan sebagai wadah kepada masyarakat-masyarakat agar terbentuknya suatu pandangan maupun pendapat umum yang sesuai dengan keinginan masyarakat maupun kelompok sosial tersebut.

Keadaan media dalam ekonomi dan politik menjadi peran andil dalam keduanya, media juga memilih jalan tengah dalam kepentingan-kepentingan serta ideologi baik dalam politik maupun ekonomi. Adapun tiga konsep media dalam ekonomi dan politik menurut Vincent Mosco (1996) yang pertama adalah komodifikasi, dalam komodifikasi media digunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan suatu informasi mengenai barang dan jasa serta digunakan sebagai hiburan. Selain itu, dalam komodifikasi ini media diharapkan sebagai tempat dalam memproduksi dan mendistribuskan kepada konsumen baik melalui media cetak, radio, televisi, dan lainnya.

Kedua, spasialisasi. Media dalam konsep ini diharapkan memiliki kecepatan untuk menyampaikan suatu produk kepada konsumen atau khalayak umum. Dan yang ketiga adalah strukturasi, strukturasi merupakan konsep keseimbangan dalam menganalisis ekonomi politik media agar menggambarkan struktur seperti lembaga bisnis dan pemerintah dengan kegiatan yang dikembangkan adalah hubungan sosial, proses hingga pada tahap prakteknya.[4]

Dalam hal ini, institusi media sangat dipandang dalam hubungan pada sistem ekonomi dan politik, dengan adanya produksi media juga dapat meningkatkan dan memperluas pasar, menambah kepentingan atau pemasukan ekonomi serta dalam hal pengambilan keputusan.[5] Oleh karena itu, kehadiran media menjadi salah satu alat atau instrumen yang dapat memiliki manfaat baik bagi masyarakat, pemerintah maupun negara.

C.  Penutup

Media merupakan suatu bentuk atau alat perantara yang digunakan untuk menyampaikan suatu informasi dari pengirim kepada penerima pesan. Media dalam perspektif ekonomi sendiri digunakan sebagai perangkat ideologis, dimana media dianggap sebagai konsumen. Tidak hanya itu, media juga digunakan oleh pemegang kekuasaan atau para petinggi sebagai pengaturan-pengaturan dalam suatu pemasaran, digunakan sebagai bentuk suatu bisnis yang dengan tujuan akhirnya agar tercapainya suatu profit atau keuntungan. Sedangkan, media dalam perspektif politik, digunakan sebagai wadah atau tempat masyarakat-masyarakat agar membentuk suatu pandangan maupun pendapat umum yang sesuai dengan keinginan masyarakat maupun kelompok sosial tersebut. Adapun tiga konsep media dalam perspektif ekonomi dan politik meliputi komodifikasi, spasialisasi, dan strukturasi.

Daftar Pustaka

Alfani, Hendra. 2014. “Perspektif Kritis Ekonomi Politik Media”. Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol. 2, No. 2. Hal: 13-14.

Arsyad, Azhar. 2013. “Media Pembelajaran”. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Dosi, Eduardus. 2012. “Media Massa dalam Jaring Kekuasaan”. Flores: Ledalero.

P, Achmad Nashrudin. 2017. “Ekonomi Politik Media: Pada Pemberitaan Pemilukada Banten 2011 oleh Radar Banten dan Baraya Tv”. Jurnal Komuniti. Vol. 9, No. 1. Hal: 26.

Sadiman, Arief S, Dkk. 2012. “Media Pendidikan”. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.



[1] Azhar Arsyad, “Media Pembelajaran”, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2013): 3.

[2] Arief S. Sadiman, Dkk, “Media Pendidikan”, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2012): 7.

[3] Achmad Nashrudin P, “Ekonomi Politik Media: Pada Pemberitaan Pemilukada Banten 2011 oleh Radar Banten dan Baraya Tv”, Jurnal Komuniti, Vol. 9, No. 1, (2017): 26.

[4] Hendra Alfani, “Perspektif Kritis Ekonomi Politik Media”, Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 2, No. 2, (2014): 13-14

[5] Eduardus Dosi, “Media Massa dalam Jaring Kekuasaan”, (Flores: Ledalero, 2012): 72.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar