Media dalam Perspektif Ekonomi dan Politik
(Ria Fidatul Mas
Ulah B75219074)
A.
Pendahuluan
Media merupakan alat
atau sarana yang tak akan lepas dalam kehidupan manusia, kelebihan media
disamping mampu menyiarkan informasi baik dalam bentuk audio visual secara
langsung dan tidak, juga dapat menciptakan suatu perkembangan maupun kemajuan
dalam bidang ekonomi dan politik. Isi yang ada dalam media sendiri menggunakan
bahasa dan simbol, dengan hal ini media dapat dimanfaatkan oleh ekonomi dan
politik dalam menyebarluaskan produk dan melakukan kegiatan distribusi serta
kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan baik dilakukan dan diaplikasikan ke
dalam bentuk pamflet, iklan dan lainnya.
Dalam hal ini,
perkembangan teknologi yang dapat dilakukan dengan mengandalkan media dapat
digunakan serta dimanfaatkan, karena adanya kemudahan dalam mengakses media
seperti media massa yang tersedia dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun penjelasan
media dalam perspektif ekonomi dan politik dapat dijelaskan pada subbab
pembahasan yang ada dibawah ini.
B.
Pembahasan
1. Media
Media secara etimologis merupakan bentuk jamak
dari medium, yang berasal dari bahasa latin medius dan memiliki arti
tengah. Dalam bahasa arab, media memiliki arti perantara suatu informasi yang
dilakukan oleh pengirim informasi kepada penerima informasi.[1]
Sedangkan menurut National Education Association (NEA) media merupakan
suatu sistem dari komunikasi berupa audiovisual dan tercetak, yang dapat
dilihat, didengar, serta dibaca.
Adapun menurut Blake dan Horalsen, pengertian
media memiliki arti sebagai saluran komunikasi yang memiliki kegunaan untuk
menyampaikan suatu pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan. Menurut
Arsyad, pengertian media memiliki arti suatu alat yang digunakan untuk
mengirimkan sebuah pesan, yang terdiri dari televisi, komputer, buku, dan
lain-lain. Dari pengertian yang sudah ada dapat disimpulkan, jika media
merupakan suatu bentuk atau alat perantara yang digunakan untuk menyampaikan
suatu informasi dari pengirim kepada penerima pesan.[2]
Media menjadi salah satu saluran yang sangat
penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sebagai wadah informasi, media
pengantar suatu pesan antara unsur sosial juga digunakan sebagai alat
pendudukan dan pemaksaan konsensus oleh kelompok baik secara ekonomi maupun
politik. Oleh karena itu, media terutama media massa banyak digunakan oleh para
petinggi sebagai suatu alternatif atau jalan untuk membangun negara agar lebih
maju dan berkembang.
2. Media dalam
Perspektif Ekonomi dan Politik
Seperti yang sudah diketahui, bahwa teknologi
seiring berkembangnya zaman pasti akan memiliki perubahan, seperti salah satunya
adanya media baru, media massa. Fungsi daripada media massa sangat beragam,
salah satunya adalah untuk memajukan dan mengembangkan suatu negara, hal
lainnya yaitu untuk memajukan roda perekonomian dan politik. Menurut Downing
(1990) kajian ekonomi politik media adalah ilmu yang digunakan untuk
menganalisis atau sebagai alat untuk mengukur pada aspek dalam bidang ekonomi
dan politik media.
Pada umumnya, media, ekonomi, dan politik memang menjadi hal
yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Media sebagai alat atau saluran
berinteraksi, ekonomi sebagai kegiatan untuk produksi, distribusi, hingga
memperoleh keuntungan, sedangkan politik menyangkut dalam ideologi-ideologi
kehidupan sosial dan lainnya. Oleh karena itu, tiga unsur ini harus diperhatikan,
terutama pandangan media dalam aspek atau bidang ekonomi dan politik.
Media dalam perspektif ekonomi sendiri digunakan
sebagai perangkat ideologis, dimana media dianggap sebagai konsumen. Tidak
hanya itu, media juga digunakan oleh pemegang kekuasaan atau para petinggi
sebagai pengaturan-pengaturan dalam suatu pemasaran, digunakan sebagai bentuk
suatu bisnis yang dengan tujuan akhirnya agar tercapainya suatu profit atau
keuntungan. Contoh media dalam bidang ekonomi ini dalam memasarkan suatu produk
melalui media massa yaitu memasarkan melalui iklan, katalog dan lain-lainnya.
Menurut Sudibyo (2004), media sendiri tidak
digunakan untuk kepentingan-kepentingan sosial maupun politik, tetapi juga menjalankan
fungsi ideologis. Oleh karena itu, media tidak hanya dibutuhkan dalam
pendekatan-pendekatan ekonomi melainkan juga pada pendekatan politik.[3]
Media dalam perspektif politik sendiri digunakan sebagai wadah kepada
masyarakat-masyarakat agar terbentuknya suatu pandangan maupun pendapat umum
yang sesuai dengan keinginan masyarakat maupun kelompok sosial tersebut.
Keadaan media dalam ekonomi dan politik
menjadi peran andil dalam keduanya, media juga memilih jalan tengah dalam
kepentingan-kepentingan serta ideologi baik dalam politik maupun ekonomi.
Adapun tiga konsep media dalam ekonomi dan politik menurut Vincent Mosco (1996)
yang pertama adalah komodifikasi, dalam komodifikasi media digunakan sebagai
sarana untuk memperkenalkan suatu informasi mengenai barang dan jasa serta
digunakan sebagai hiburan. Selain itu, dalam komodifikasi ini media diharapkan
sebagai tempat dalam memproduksi dan mendistribuskan kepada konsumen baik
melalui media cetak, radio, televisi, dan lainnya.
Kedua, spasialisasi. Media dalam konsep ini
diharapkan memiliki kecepatan untuk menyampaikan suatu produk kepada konsumen
atau khalayak umum. Dan yang ketiga adalah strukturasi, strukturasi merupakan
konsep keseimbangan dalam menganalisis ekonomi politik media agar menggambarkan
struktur seperti lembaga bisnis dan pemerintah dengan kegiatan yang
dikembangkan adalah hubungan sosial, proses hingga pada tahap prakteknya.[4]
Dalam hal ini, institusi media sangat
dipandang dalam hubungan pada sistem ekonomi dan politik, dengan adanya
produksi media juga dapat meningkatkan dan memperluas pasar, menambah
kepentingan atau pemasukan ekonomi serta dalam hal pengambilan keputusan.[5]
Oleh karena itu, kehadiran media menjadi salah satu alat atau instrumen yang
dapat memiliki manfaat baik bagi masyarakat, pemerintah maupun negara.
C. Penutup
Media merupakan suatu bentuk atau alat
perantara yang digunakan untuk menyampaikan suatu informasi dari pengirim
kepada penerima pesan. Media dalam perspektif ekonomi sendiri digunakan sebagai
perangkat ideologis, dimana media dianggap sebagai konsumen. Tidak hanya itu,
media juga digunakan oleh pemegang kekuasaan atau para petinggi sebagai
pengaturan-pengaturan dalam suatu pemasaran, digunakan sebagai bentuk suatu
bisnis yang dengan tujuan akhirnya agar tercapainya suatu profit atau
keuntungan. Sedangkan, media dalam perspektif politik, digunakan sebagai wadah
atau tempat masyarakat-masyarakat agar membentuk suatu pandangan maupun
pendapat umum yang sesuai dengan keinginan masyarakat maupun kelompok sosial
tersebut. Adapun tiga konsep media dalam perspektif ekonomi dan politik
meliputi komodifikasi, spasialisasi, dan strukturasi.
Daftar Pustaka
Alfani, Hendra. 2014. “Perspektif Kritis
Ekonomi Politik Media”. Jurnal Ilmu Komunikasi. Vol. 2, No. 2. Hal: 13-14.
Arsyad, Azhar. 2013. “Media
Pembelajaran”. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Dosi, Eduardus. 2012. “Media Massa dalam
Jaring Kekuasaan”. Flores: Ledalero.
P, Achmad Nashrudin. 2017. “Ekonomi Politik
Media: Pada Pemberitaan Pemilukada Banten 2011 oleh Radar Banten dan Baraya
Tv”. Jurnal Komuniti. Vol. 9, No. 1. Hal: 26.
Sadiman, Arief S, Dkk. 2012. “Media
Pendidikan”. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
[1] Azhar Arsyad, “Media Pembelajaran”, (Jakarta: PT. RajaGrafindo
Persada, 2013): 3.
[2] Arief S. Sadiman, Dkk, “Media Pendidikan”, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2012): 7.
[3] Achmad Nashrudin P, “Ekonomi Politik Media: Pada Pemberitaan Pemilukada
Banten 2011 oleh Radar Banten dan Baraya Tv”, Jurnal Komuniti, Vol. 9, No.
1, (2017): 26.
[4] Hendra Alfani, “Perspektif Kritis Ekonomi Politik Media”, Jurnal
Ilmu Komunikasi, Vol. 2, No. 2, (2014): 13-14
[5] Eduardus Dosi, “Media Massa dalam Jaring Kekuasaan”, (Flores:
Ledalero, 2012): 72.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar